Showing posts with label Cara Berternak Kelinci. Show all posts
Showing posts with label Cara Berternak Kelinci. Show all posts

Cara Mengawinkan kelinci


Kelinci yang sudah siap untuk dikawinkan biasanya menunjukkan tanda - tanda sbb. :

  • Kelinci nampak gelisah.
  • Kelinci selalu berusaha untuk bergabung dengan kelinci dengan kelinci lain yang kandangnya berdekatan.
  • Kelinci sering menggosok - gosokkan dagunya pada tempat makan, minum dls. 
Akan tetapai perlu diketahui bahwa kita hendak mengawinkan kelinci tak selalu memerlukan gejala luar semacam itu. Kita juga bisa menentukan apakah kelinci itu sudah siap kawin atau belum, yakni dengan jalan membawa atau memasukkan betina kekandang jantan. jika betina itu menerima, berarti ia sudah siap kawin. Dan selanjutnya untuk mengawinkan kelinci, bisa dilakukan dengan berbagai cara antara lain :

- Dengan memasukkan betina kedalam kandang pejantan.

Kita harus mengambil betina dan memasukkan ke kandang pejantan. Sebab bila tidak, akan mendapatkan kesulitan.Pejantan yang dimasukkan kedalam kandang betina, biasanya betina berkeberatan jika ada kelinci lain yang masuk di dalam kandang mereka, sehingga pasti akan dilawan. Di samping itu ada beberapa penjantan yang sangat lambat di dalam melakukan proses perkawinan pada kandang yang baru atau masih asing itu. Biasanya proses perkawinan akan terjadi tak lama sesudah betina di masukkan ke dalam kandang pejantan. Sehabis pejantan naik pada betina dan kemudian jatuh disampingnya berarti bahwa perkawinan telah selesai. Kemudian kembalikanlah betina tersebut ke kandangnya.

- Dengan memegang betina.

Ada beberapa kelinci betina yang sulit menerima pejantan. Dalam hal ini kita bisa mengatasi dengan jalan memegang betina. Adapun caranya adalah sbb.
Tangan kanan memegang kedua telinga dan lipat kulit di atas bahu, tangan kiri di bawah badan di antara kaki belakang. Kemudian tempatkanlah ibu jari pada sisi sebelah kanan vulva, dan jari telunjuk di sebelah kirinya atau jari manis. Selanjutnya tekan dan doronglah kulitnya dengan pelan ke belakang. Dengan demikian ekor menjadi tegak ke atas, sehingga tak mengganggu perkawinan.
Biasanya betina atau jantan yang biasa dipegang tak akan menolak pertolangan semacam ini. Oleh karena itu baiklah apabila kelinci muda bisa dilatih atau sering di pegang, bila hendak dikawinkan dengan cara ini. Dengan tehnik perkawinan semacam tersebut di atas saudara harus ada kesabaran. Dan cara ini tak selalu di gunakan, sekedar menolong guna meningkatkan produksi.

Baca Juga : 
Cara Pemeliharaan Kelinci

Cara Pemeliharaan Kelinci


Suksesnya beternak kelinci tergantung kepada cara pemeliharaan. Peternak yang saksama, perlu mengetahui atau memperhatikan karakter kelinci, yakni apa yang menimbulkan kesukaan ataupun yang menjadi gangguan mereka. Dengan demikian akan bisa menjamin ketentraman hidup. Pembuatan kandang dengan konstruksi yang benar beserta perlengkapan alat dan lain sebagainya secara teratur juga merupakan tata laksana yang penting. Demikian pula cara berkunjung, memegang kelinci, mengawinkan dan lair, sebagainya pun tak boleh di abaikan. Mereka yang datang berkunjung ke kandang kelinci dengan beramai - ramai atau dengan suara gaduh, akan mengakibatkan ketakutan pada kelinci. Sehingga kelinci berlari - larian, melompat sekuat tenaga di dalam kandang atau di dalam sarang anak - anaknya Peristiwa ini bisa mengakibatkan induk sendiri bisa luka, atau bisa menginjak - injak anaknya yang masih berada di dalam sarang, yang akhirnya anak - anaknya mati.
Cara memegang kelinci janganlah sekali - kali memegang atau mengangkat kelinci pada bagian kaki atau telinga. Sebab apabila cara pemeganganya demikian, kelinci bisa terlukai. Ada berbagai cara memegang kelinci. Masing - masing bisa dilakukan menurut penggolongan kelinci. Pada kelinci kecil saudara dapat mengangkat atau memegang kelinci pada pinggangnya dengan pelan dan hati - hati. Kemudian letakkanlah tumit kaki depan pada suatu tempat, hal ini untuk menghindarkan kerusakan kulit atau bulu, ataupun kerangka. Pada kelinci sedang untuk memegang kelinci ini, tangan kanan kita harus mencubit atau melipat kulit di atas bahu. Kemudian kelinci tersebut kita tahan dengan tangan kiri pada tunggingnya. Pada kelinci besar guna memegang kelinci besar, bisa dilakukan seperti pada kelinci sedang, tetapi apabila kelinci banyak gerak harus dipegang dengan lebih hati - hati.

Faktor - faktor yang mempengaruhi kebuntingan kelinci


Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kebuntingan. Di sini, terutama dikemukakan sebab - sebab adanya kegagalan atau rendahnya kebuntingan. Adapun sebab - sebab tersebut, antara lain adanya :
  • Kebuntingan palsu ( pseudopregnancy ).
  • Temperatur.
  • Umur.
  • Kondisi.
- Kebuntingan palsu.

Pada kelinci, bisa terjadi induk yang telah kawin atau bernapsu sexuil dan berevolusi, tetapi tak ada proses pembuahan atau gagal didalam kebuntingan, sehingga sehingga timbul bunting palsu.
Adapun sebab daripada kebuntingan palsu ini ada kepentingan karena suatu perkawinan tak ada kesuburan atau adanya kegusaran sexuil pada saat induk dikawini oleh pejantan lain yang masih asing, di mana belum pernah kenal atau berdekatan. Induk yang mengalami bunting palsu tak mungkin bisa bunting sampai dengan kebuntingan palsu itu berakhir. Sedangkan kebuntingan palsu itu biasanya berlangsung selama 17 hari. Ia bisa betul - betul mengakhiri kebuntingan palsunya sesudah 18 atau 22 hari, yang disertai dengan mencabuti bulunya untuk mencoba membuat sarang. Jika kebuntingan palsu telah berakhir barulah ada aktivitas sexuil kembali dan bisa dikawinkan.

- Temperatur.

Temperatur yang berlampau tinggi, terutama perubahan udara yang sangat mendadak dapat berakibat kelinci menjadi tidak subur ( mandul ). Hal ini sangat merugikan buat pengaturan perkawinan. Kita ketahui bahwa induk yang mengalami masa tak subur, ovarium menjadi tidak aktif, sehingga tidak bisa memproduksi sel telur secara normal, bahkan kadang - kadang menjadi keriput. Pada kelinci jantan mengakibatkan kelinci sel jantan tak bisa diaktifkan pula. Lebih - lebih bila pejantan tak pernah didekatkan pada betina, sehingga daya hidup rendah dan adnormal.
Setiap kelinci masa tak subur tidaklah sama, berbeda - beda. Beberapa betina atau pejantan ada yang mengalami masa subur terus menerus sepanjang tahun ; yang lain berlangsung 4, 8 atau 10 minggu apabila betina tak bunting atau jantan itu tak steril. Suatu hal yang sangat menyolok ialah bahwa tak ada kelinci muda yang bisa memprodusir sel telur terus - menerus selama 4 - 5 bulan. Hal ini akibat dari pada adanya terperatur yang tak menguntungkan, sehingga napsu makan berkurang dan bisa menimbulkan kondisi tubuh menurun.

- Umur.

Mengawinkan kelinci betina yang masih terlampau muda ataupun telah lanjut tidaklah bisa dibenarkan. Sebab betina yang dikawinkan pada saat ia telah lanjut bisa menimbulkan ke gagalan dalam kebuntingan. Oleh karena itu janganlah mencoba untuk mengawinkan kelinci yang pertama kalinya itu dalam usia lanjut. Tetapi sesuaikanlah dengan pertumbuhanya. Dan betina akan bisa memprodusir anak dan memelihara anak - anaknya dengan baik bila dipiara dengan saksama. Induk - induk bisa dipertahankan sampai umur 2 1/2 - 3 tahun ; dan kadang - kadang bahkan ada kelinci yang masih bisa dikembangkan dengan memuaskan pada umur 4 - 6 tahun.

- Kondisi/penyakit

Kelinci yang napsu makanya menurn dalam waktu yang lama, akan berakibat biologis tak normal, menjadi kurus. Lebih lanjut akan melemahkan alat reproduksi, sehingga presentase kebuntingan menurun, atau bisa untuk sementara mereka steril ( mandul ). Demikian juga kelinci yang sedang sakit bisa mengurangi kesuburan. Oleh karena itu janganlah sekali - sekali mengawinkan kelinci yang menunjukkan gejala - gejala sakit.

Baca juga :

Pengaturan Perkawinan Kelinci dan masa meyusui

Masa kebuntingan kelinci dan umur kelinci siap dikawinkan

Menentukan kesuburan kelinci

Pemberian pakan yang di butuhkan oleh kelinci

Pengaturan Perkawinan Kelinci dan masa meyusui


Guna mendapatkan produksi yang lebih banyak, maka perlu ada pengaturan atau acara perkawinan, sehingga keturunan ataupun pihak induk sendiri tetap berkembang baik.
Seekor kelinci betina mengalami masa kebuntingan selama 30 - 32 hari. Sedangkan anak di dalam asuhan induk 8 minggu. Sehingga setiap kali beranak sampai dengan menyapih memerlukan waktu 90 hari. Dengan demikian dapatlah diperhitungkan, bahwa seekor kelinci akan bisa beranak 4 kali dalam waktu 1 tahun ; hal ini apabila tanpa suatu kegagalan. ada pula jenis kelinci produktif yang pengaturanya perkawinanya dilakukan 6 minggu sesudah beranak sehingga bisa beranak 5 kali setahun. Ada lagi peternak yang mengatur perkawinan dengan jarak 21,28 atau 35 hari sesudah kelahiran dengan maksud meningkatkan produksi sebanyak - banyaknya.
Mengatur perkawinan dengan jarak dekat belum pasti membawa keuntungan besar. Tetapi haruslah diingat bahwa kemampuan berproduksi dari pada kelinci tergantung faktor ginesis dan lingkungan mereka. Suatu kenyataan ( experimen ) membuktikan bahwa dengan dengan adanya acara perkawinan yang terlalu cepat sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan induk; misalnya:
- pengubahan makanan menjadi daging berkurang, sehingga kwlitet daging merosot.
- tubuh kurang sehat, sehingga menyebabkan kematian induk dls.
Disamping itu untuk mengatur perkawinan perlu memperhatikan temperatur setempat. Sebab temperatur yang terlampau panas akan berakibat kurang menguntungkan terhadap acara perkawinan kelinci. Oleh karena itu alangkah baiknya apabila acara perkawinan itu bisa dilakukan kembali sesudah 42 hari kelinci itu melahirkan, dan juga perlu diperhatikan temperatur yang menguntungkan. Dengan pengaturan ini, mereka masih bisa beranak 4 kali setahun.

Catatan : kelinci menyusui yang makananya cukup dan baik, akan berkondisi bagus, sehingga mereka bisa dikawinkan sebelum anak - anaknya disapih. Pada kelinci yang berkondisi kurang atau jelek, acara perkawinan harus ditunda. Jika anak - anaknya mati, perkawinan bisa dilakukan lebih awal lagi, tetapi tak boleh lebih awal dari pada 3 a 4 hari sesudah melahirkan.

= > Masa menyusui.

Selama minggu terakhir kebuntingan, kelenjar susu berkembang cepat. Sehingga ada kemungkinan air susu keluar sebelum kelinci itu melahirkan. Produksi air susu ada yang keluar terlampau banyak, tetapi ada pula yang sangat kurang, sehingga keluarnya air susu tertunda. Produksi air susu yang paling banyak, biasanya dicapai pada minggu ke 3, kemudian produksi menurun ; dan berakhir 8 minggu. Induk tidak mengasuh atau menyusui anaknya yang masih sangat mudah itu sepanjang hari sepanjang malam atau 24 jam. Anak - anak yang masih sangat kecil selalu di dalam sarang, dan mereka di susui pada malam hari saja, atau pagi - pagi benar. sesudah anak keluar dari sarangnya, mereka sudah ikut makan seperti induk. Dan induk akan menyusui beberapa kali saja pada siang hari. Akan tetapi biasanya induk akan membatasi atau menolak pemberian air susu kepada anaknya itu sampai pada malam hari.

Baca juga :

Menentukan kesuburan kelinci

Masa kesuburan kelinci

Pemberian pakan yang di butuhkan oleh kelinci

Bahaya yang sangat besar bagi seorang yang merokok dan perokok pasif

Masa kebuntingan kelinci dan umur kelinci siap dikawinkan

Masa kebuntingan kelinci dan umur kelinci siap dikawinkan

= > Kebuntingan 

Kebuntingan kelinci berlangsung semenjak terjadinya pembuahan sampai dengan kelahiran, yakni 30 - 32 hari. Ada beberapa kelinci yang melahirkan lebih awal, 28 atau 29 hari ia sudah melahirkan. Tetapi ada pula yang tertunda ( mundur ) sampai 33 hari. Biasanya apabila kelahiran itu tertunda 2 a 3 hari, ada satu atau dua anak yang besarnya luar biasa. Prkembangan embryo di dalam uterus pada umur 10, 14 dan 21 hari. Embryo pada umur 10 hari masih sangat kecil.

= > Umur kelinci dikawinkan.

Untuk mengawinkan kelinci yang pertama kali, baik jantan maupun betina tergantung  jenis/bangsa kelinci dan pertumbuhanya masing - masing. Bangsa kelinci kecil, pertumbuhanya lebih cepat dan kemasakkan sexuilpun lebih cepat di banding jenis <<sedang>> dan <<besar>>. Btina mulai boleh dikawinkan apabila mereka sudah mencapi kedewasaan ( kemasakan ); beberapa kesulitan sering di alami jika perkawinan itu terlalu lama tertunda.
Setiap jenis kelinci secara individual ada yang mengalami pertumbuhan lebih cepat dari pada lainnya. Kelinci betina biasanya tumbuh lebi cepat atau lebih awal daripada kelinci jantan. Setiap 1 - 2 ekor jantan bisa melayani 10 - 20 ekor betina. Sebagai pedoman, atau rata - rata mereka mulai bisa dikawinkan ialah apabila :

  1. Pada jenis kecil betina dan jantan sudah mencapai 4 - 5 bulan. 
  2. Pada jenis sedang 5 - 6 bulan.
  3. Pada jenis besar 8 - 10 bulan.
Baca juga : 

Menentukan kesuburan kelinci

Masa kesuburan kelinci

Pemberian pakan yang di butuhkan oleh kelinci
Menentukan kesuburan kelinci

Menentukan kesuburan kelinci


Suatu cara yang praktis untuk menentukan kesuburan ialah dengan melihat jumlah anak yang dilahirkan pada setiap masa bunting ( gesetasi ). Kesuburan setiap jenis/bsngsakelinci, tidalah sama. Ada jenis/setiap kelahiran. Sebaliknya ada yang hanya 4 a 5 ekor.
Kesuburan bisa mempengaruhi oleh dua faktor, yakni :
  1.  Faktor dalam ketuurunan.
  2.  Faktor luar.
- faktor dalam keturunan.

Sifat - sifat keturunan adalah berpengaruh besar terhadap kesuburan sel telur yang dilepaskan. Pada jenis kelinci yang kesuburanya tinggi, jumalh telur yang di lepas pada setiap ovulasi rata - rata 8 - 10 buah ; sedang jenis yang rendah, jumlah telur yang di lepaskan hanyalah 4 - 5. Pada jenis yang bekesuburan rendah, jumlah telur yang nornal diovulasikan, akan tetapi sebagian besar embryo tiada nornal dan bahkan mati di masa bunting. Pada jenis kelinci - kelinci yang subur, kira - kira 15 - 20% janin mati di dalam uterus. dan pada jenis yang rendah 80% janin mati selama mas bunting.

- Faktor luar.

Faktor makanan adalah merupan salah satu faktor luar yang sangat berpengaruh terhadap kesuburan. Kelinci betina yang makananya kurang, akan berakibat ia tak timbul birahi. Dan bagi kelinci jantan, kwalitet sperma menjadi rendah. Sebaliknya, apabila kelinci betina atau jantan terlalu banyak diberi makan yang banyak mengandung lemak, mereka jadi terlalu gemuk, sehingga sehingga kemampuan perkembangbiakanya menurun, atau dorongan sex berkurang. Karena pada betina jalan saluran telur atau pada yang jantan saluran sperma menyempit, maka hal ini akan mengganggu ovulasi atu ejakulasi ( pemancaran sperma ).

Baca juga :

Masa kesuburan kelinci

Pemberian pakan yang di butuhkan oleh kelinci