Showing posts with label Aneka Jenis Media Tanaman. Show all posts
Showing posts with label Aneka Jenis Media Tanaman. Show all posts

Cara Menanam Cabe Secara Hidroponik

Cara budidaya cabe dalam pot dengan sistem hidroponik berikut ini langkah-langkah yang dapat kita lakukan: Siapkan wadah media tanam, wadah ini bisa saja pot bunga, kaleng bekas, ember bekas atau plastik polibek. Wadah ini gunanya hanya untuk menampung media tanam secara hidroponik yang akan kita lakukan. Siapkan sabut kelapa yang telah dikeringkan terlebih dahulu, hancurkan sabut kelapa tersebut hingga ukurannya kecil-kecil (kurang lebih 1/2 cm). Sabut kelapa ini gunanya untuk menyimpan air dan unsur hara untuk tanaman cabe secara hidroponik. Siapkan serbuk gergaji atau sekam, kegunaanyna sama saja dengan sabut kelapa, kita menambahkannya hanya untuk mendiferfikasi media tanam saja. Siapkan kerikil, kegunaan kerikil pada sistem tanaman cabe hidroponik adalah untuk menjadi tempat merekatnya akar atau memperkokoh tanaman cabe. Selain kerikil bisa juga digunakan pasir, namun saya lebih menganjurkan kerikil karena kerikil akan lebih memberi space untuk pergerakan akar dalam mencari makanan di sekitar wadah.

Cara menanam cabe secara hidroponik: Sebelumnya kita asumsikan bahwa bibit cabe telah kita semai sebelumnya di tempat penyemaian. Isi dasar dari wadah dengan sabut kelapa terlebih dahulu Selanjutnya isi wadah tanaman cabe hidroponik dengan campuran serbuk gergaji + sabut kelapa + kerikil (dicampur secara merata). Perbandingannya 1:1:1. Selanjutnya isi lagi wadah dengan sabut kelapa saja Lapisan terakhir di lapisan paling atas isi wadah dengan kerikil saja, ini untuk mengurangi penguapan pada tanam hidroponik. Biarkan wadah tersebut di tempat yang teduh selama sehari semalam (sebainya dibawah pohon atau pagar hidup) Setelah itu siram media hidroponik dengan air yang telah dicampur dengan pupuk dasar. Untuk pupuk dasar saya biasa menggunakan air pupuk kompos yang telah difermentasikan. Siram hingga tingkat kebasahan 60 %, cala mengetahui tingkat kebasahan 60 % cucukan jari anda kedalam media hidroponik tanaman cabe lalu angkat jari tersebut. Jika jari anda basah namun tidak meneteskan air maka itu sudah mendekati kebasahan 60%. Biarkan pot tersebut selama 3 jam, setelah itu tanam bibit cabe di dalam pot tersebut. Sampai langkah ini kegiatan menanam cabe secara hidroponik telah selesai. Hari-hari berikutnya kegiatan kita hanya mengontrol kadar air dan pemupukan.

Cara Menanam Kentang dengan Sistem Hidroponik Secara Sederhana


Bertanam hidroponik sangat menyenangkan, apalagi kalau cuma tanam sayur. Manfaatkan pekarangan kita dengan mengisi sayur seperti: sawi, bayam, kangkung, dsb.. Disamping untuk hiburan akhir pekan, hasilnya dapat kita manfaatkan untuk kesehatan dengan makan sayur rutin yang bebas pestisida.

Hidroponik adalah suatu cara pembudidayaan tanaman tanpa menggunakan tanah sebagai media pertumbuhan. Jadi media tanah diganti dengan arang sekam/pasir. Karena media yang digunakan bukan tanah, nutrisi yang diperlukan tanaman berbentuk larutan. Tidak seperti media tanah yang memiliki unsur hara yang berupa zat-zat penting bagi tumbuhan. Hidroponik memiliki keunggulan yaitu tidak memerlukan lahan yang luas. Jadi tidak perlu berkeliling ladang yang luas untuk perawatan dan panen. Hidroponik merupakan salah satu alternatif bagi petani yang tidak memiliki lahan yang cukup untuk becocok tanam.

Jadi selain merubah pandangan bertani yang kuno menjadi modern, menyenangkan dan tidak membutuhkan lahan yang luas.

Video singkat berisi uraian peralatan, pembuatan nutrisi hingga menyemai benih disini mudah-mudahan dapat memberikan gambaran singkat dalam memulai bertanam hidroponik.

Cara membuat kebun hidroponik kentang ini tidak jauh berbeda dengan hidroponik cabe ataupun hidroponik tomat. Hidroponik untuk pemula lebih baik menggunakan hidroponik sistem wick. Nanti kalo sudah tau konsepnya baru beralih ke hidroponik nft, karena hidroponik sistem nft lebih banyak menghasilkan.


hidroponik, hidroponik sederhana, tutorial, bertanam hidroponik, gelas bekas air mineral, sistem sumbu, wick system, cara, hydroponics (competitive space), teknik hidroponik, sayuran hidroponik, jember hidroponik, tanaman hidroponik, nutrisi hidroponik, cara bertanam hidroponik, media tanam hidroponik, self irrigating planter, pertanian hidroponik, sistem hidroponik, hidroponik tomat, hidroponik adalah, jenis tanaman hidroponik, pupuk hidroponik, hidroponik botol bekas, terbaru, inovatif, kreatif, metode, cara tanam hidroponik, cara menanam hidroponik, budidaya tanaman hidroponik, cabe hidroponik, jember fashion carnafal, tomat hidroponik, budidaya, cara menanam, nutrisi hidroponik sederhana, mentimun, teknik, 2015, 2016

hidroponik, hidroponik sederhana, tutorial, bertanam hidroponik, gelas bekas air mineral, hydroponics (competitive space), teknik hidroponik, tanaman hidroponik, nutrisi hidroponik, cara bertanam hidroponik, media tanam hidroponik, pertanian hidroponik, sistem hidroponik, jenis tanaman hidroponik, pupuk hidroponik, hidroponik botol bekas, cara tanam hidroponik, budidaya tanaman hidroponik, nutrisi hidroponik sederhana,

Hidroponik identik dengan teknologi budi daya yang sulit. Investasinya juga mahal. Ternyata tidak selalu seperti itu. Kini, teknologi bercocok tanam tanpa tanah itu sudah sedemikian populer. Bisa diaplikasikan dengan mudah dan murah, skala hobi atau komersial.

Memetik sayuran yang segar dan sehat dapat dilakukan setiap hari tanpa harus belepotan tanah. Bagi yang tertarik untuk bisnis, prospek budi daya hidroponik terbuka lebar. Dari kebun seluas 500 m2 dapat diperoleh omzet Rp30-juta. Tertarik? Buku ini satu-satunya yang menjelaskan pengetahuan tentang hidroponik secara lengkap dan aplikatif.

Semangka Hidroponik, Melon Hidroponik, Tomat Hidroponik, Cabe Hidroponik, Selada Hidroponik, Kangkung Hidroponik, Nutrisi Hidroponik, Watermelon, Hydroponics Watermelon, Hidroponik, Sistem Hidroponik, Hidroponik Wick System, Fertigasi Sistem, NFT Sistem, ABmix Pemupukan, Pupuk Organik, Tanaman Organik
Cara Menanam Kangkung Dengan Metode Hidroponik Sederhana, tanaman hidroponik, hidroponik sederhana, cara menanam hidroponik, nutrisi hidroponik, cara bertanam hidroponik, media tanam hidroponik

Cara Menanam Kangkung Dengan Benar Dan Mudah Praktis


Kangkung merupakan salah satu jenis sayuran yang tergolong murah namun banyak digemari oleh ibu-ibu.

Cara menanamnya pun termasuk sangat mudah.
Kadangkala kita masih merasa ragu ketika membeli kangkung dari pasar ataupun pedangang sayur keliling. Mungkin hal ini disebabkan karena kita ragu akan kebersihannya. Ada tidaknya hewan semacam cacing atau lintah, dan lain sebagainya.
Hal ini disebabkan sebagian besar sayuran kangkung tersebut ditanam di air got hitam pinggir jalan, ataupun di empang yang airnya tak mengalir. Sehingga menimbulkan banyak keraguan ketika kita akan membelinya.
Mari kita coba untuk menanam sendiri kangkung dirumah atau diteras kita.

Cara menanamnya pun termasuk mudah, karena tanpa menggunakan media apapun, hanya dengan air bersih dan Nutrisi.
Cara menanam kangkung dengan tehnik ini dapat dilakukan hanya dengan cara merendam benih kangkung saja, dan dilakukan sampai panen dan tidak perlu pindah tanam lagi.
Jika sudah bisa dan terbiasa pasti akan membuat kita tambah semangat buat menanam untuk keluarga kita sendiri.

Ini langkah-langkah untuk menanam kangkung.
Pertama-tama, perangkat yang harus disediakan antara lain adalah sebagai berikut :
1 keranjang bolong-bolong.
kemudian siapkan 1 baskom untuk wadah air dan nutrisi.
Benih kangkung secukupnya.
Dan 1 set nutrisi AB Mix hidroponik sayur.

Kedua,
Isi baskom dengan air bersih sampai airnya masuk dalam keranjang yang bolong-bolong.
Lalu tuangkan benih kangkung sebanyak 1.5 sdm.
Kemudian tutupi dengan plastik hitam. Hal ini bertujuan supaya kondisi kelembapan terjaga dan benihpun cepat pecah.
Apabila benih sudah pecah, maka buka tutupnya dan segera bawa keluar rumah atau taruh diteras dan kenalkan dengan sinar matahari, supaya daun dapat cepat tumbuh.
Untuk seterusnya tidak usah dibawa masuk kerumah lagi.
Jika air sudah berbau atau kotor, maka segera ganti dengan yang bersih.
Lalu biarkan sampai benih tumbuh daun, baru diberi tambahan nutrisi.

Adapun larutan Nutrisinya dapat dibuat diember dengan ukuran sebagai berikut :
Tiap 1 liter air ditambah 5 ml nutrisi A dan 5 ml nutrisi B.
Jika 2 liter berarti 10 ml A dan 10 ml B dan seterusnya.
Kemudian tuangkan larutan Nutrisi tersebut ke dalam baskom untuk menggantikan airnya yang lama. Nutrisi yang masih tersisa dapat disimpan.
Jika larutan Nutrisi dalam baskom berkurang karena diserap tanaman, maka tambahkan tiap hari dari sisa larutan nutisi yang sudah dibuat.

Setelah benih berusia sekitar 2 minggu, buat larutan yang lebih pekat.
Setiap 1 liter air ditambah 7 ml nutrisi A dan 7 ml nutrisi B.
Tuangkan ke dalam baskom, dan tuangkan lagi jika habis.
Setelah kira-kira 3 minggu, sayuran kangkung sudah bisa dipanen, atau bisa juga tunggu sampai minggu ke empat.

Nutrisi hidroponik ini bisa anda dapatkan di atau toko hidroponik setempat.
Benih kangkung bisa Anda pesan sendiri atau beli di toko pertanian.
Benihnya sama dengan benih yang biasa dipakai oleh para petani.

Untuk Baskom dapat dibeli dipasar atau ditoko hidroponik
Sedangkan untuk Nutrisi ada 2 macam, yaitu nutrisi bubuk dan ada nutrisi cair.

Cara Menanam Tomat Hidroponik Yang Benar


Dalam menanam Tomat dengan Hidroponik bisa dipilih metode hidroponik yang sesuai dengan yang anda rasa cocok. Untuk pemula, pilihlah yang paling sederhana dan mudah saja. Metode yang paling umum digunakan untuk tanaman besar adalah sistem drip. Sirkulasi air dan nutrisi sepenuhnya dilakukan secara otomatis.

Sirkulasi larutan nutrisi pada sistem ini dipompa dari reservoir, diumpankan ke tanaman melalui emitter drip dan dibiarkan mengalir kembali ke reservoir oleh gravitasi. Untuk menciptakan aliran gravitasi ,unit harus ditempatkan lebih tinggi dari reservoir nutrisi.

Selanjutnya langkah dan Cara Menanam Tomat Hidroponik adalah sebagai berikut:
1. Pemilihan Benih Tomat Untuk Hidroponik
Sebaiknya bibit disemai sendiri dari biji buah tomat, karena akan lebih steril dan bebas dari penyakit. Semailah biji tomat pada media hingga usia kurang lebih dua minggu atau sudah tumbuh daun sejati.

2. Siapkan Media Tanam dan Nutrisi
Nutrisi tanaman adalah dasar untuk hidroponik dan memegang kunci untuk kualitas gizi tomat Anda. Ada banyak nutrisi pra-campuran yang tersedia, namun ketika menentukan nutrisi untuk menggunakan, mencari produk yang khusus diformulasikan untuk penggunaan hidroponik. Formula 2-bagian akan menghilangkan mengikat, pembekuan dan limbah dari unsur mineral, yang terjadi dengan makanan nabati 1-bagian biasa.

3. Siapkan Botol air Mineral Untuk Tempat Tanam Tomat Hidroponik
Kumpulkan beberapa botol plastik bekas air mineral ukuran 1500ml, sesuai kebutuhan. Potong botol-botol tersebut hingga menjadi dua bagian.

4. Memindahkan Bibit Tomat Ke Botol Air Mineral
Setelah dalam persemaian cukup, pindahkan secara perlahan bibit tomat ke botol air mineral secara perlahan. Bersihkan terlebih dahulu akar-akarnya dengan cara menggoyang-goyangkan dalam air. Agar tanaman tomat hidroponik kuat, tempatkan busa sebagai penjepit bibit tomat pada botol air mineral tadi.Karena botol plastik sangat ringan, maka perlu diisi media pemberat supaya tidak bergeser-geser atau bahkan terbang ditiup angin.

5. Penempatan Tomat Hidroponik
Tempatkan tanaman tomat yang sudah diletakkan pada botol air mineral tadi pada media hidroponik yang sudah disiapkan. Setelah beberapa hari, tanaman tomat hidroponik akan tumbuh semakin membesar sehingga penyerapan nutrisi dan air semakin banyak. Selalu lakukan kontrol dan penambahan nutrisi jangan samoai kehabisan. Untuk memudahkan dalam mengontol dan mengisi ,tanaman tomat bisa dipindahkan kedalam satu tempat yang lebih besar, misalnya saja menggunakan talang air pvc.

6. Perawatan Tomat Hidroponik
Tanaman tomat hidroponik akan semakin tumbuh dengan cepat apabila kebutuhan nutrisinya terpenuhi dengan baik. Pada usia tanaman sekitar 40 hari akan mulai berbunga. Jangan lupa kontrol terus nutrisinya, tambahkan jika berkurang. Sampai usia tanaman tomat sekitar 70 hari sudah siap untuk dipanen.

Cara Menanam Selada Hidroponik Yang Benar


Bahan yang diperlukan adalah :
======================
- Baskom bekas untuk penyemaian
- Arang sekam
- Benih selada
- Plastik hitam

Caranya :

- Masukkan arang ke baskom yang telah dilubangi kecil – kecil bagian bawahnya
- Taburkan benih secara merata di atas arang sekam.
- Taburkan lagi arang sekam untuk menutupi benih cukup tipis-tipis saja.
- Siram benih dengan menggunakan sprayer agar media tidak terhambur kemana mana.
- Tutup dengan plastic hitam selama dua hari.
- Setelah 2 hari, buka tutup plastic. Biasanya benih sudah tumbuh.
- Bibit dikenakan cahaya matahari (jangan terlalu terik)
- Lakukan penyiraman rutin sampai 2 minggu dan tanaman siap pindah tanam.

Tahap pindah tanam.
 
Setelah bibit selada berumur 2 minggu biasanya sudah berdaun lengkap dan siap pindah tanam. Untuk pindah tanam agar bibit tidak rusak harus dilakukan secara hati – hati. Dibawah ini akan saya uraikan cara pindah tanam yang biasa saya lakukan.
Alat/bahan yang diperlukan :
====================
- Netpot (saya pakai pipa 1” atau kepala botol plastic)
- Kain flannel untuk sumbu jika diperlukan.
- Spons yang sudah dipotong – potong ukuran 2.5cm x 2.5cm x 2cm
- Baskom/ember yang sudah diisi air bersih.
Caranya :
- Ambil bibit besrta medianya sekalian. (jangan dicabut tapi ambil bibit dan media sekaligus)
- Masukkan bibit besrta media ke dalam baskom/ember yang sudah diisi air
- Goyangkan bibit dengan pelan – pelan. Media akan tenggelam dan bibit akan mengapung. Biasanya dengan cara ini akar tidak rusak dan akar bersih dari media yang menempel.
- Jika bibit bergerombol, pisahkan bibit dengan hari – hati (pemisahan tetap didalam air)
- Setelah bibit terpisah, jepit bibit dengan spons yang telah tersedia. Untuk selada sebaiknya 2 bibit satu spons agar nantinya selada berbentuk crop kompak. Jika ada bibit yang akarnya belum bisa menyentuh air nutrisi bisa ditambahkan sumbu dengan kain flannel.
- Masukkan spons yang telah berisi bibit ke dalam netpot.
- Masukkan netpot ke lubang – lubang tanam yang ada dalam rak paralon yang sebelumnya sudah diisi air nutrisi.
Bahan Media Tanam Berupa Jiffy

Bahan Media Tanam Berupa Jiffy


Cara pembuata.
- Jiffy yang berbentuk kepingan bundar disiram air berulang kali selama kira-kira 15-30 menit. Cara lain adalah dengan merendam jiffy dalam air selama kira-kira 10-15 menit.
- Jiffy yang direndam tersebut akan menyerap air dan akan mengembang. Pengembangan tersebut menyebabkan jiffy mempunyai ketebalan kira-kira 5 cm. Jiffy yang berwarna hitam tersebut siap digunakan sebagai media tumbuh.

Penggunaan
- Jiffy dapat digunakan sebagai media pesemaian benih yang telah dikecambahkan terlebih dahulu. Benih berasal dari tanaman hotikultura yang berkualitas baik.
- Benih dengan bakal akar ditanam pada cekungan yang terletak dibagian atas jiffy. Jiffy telah mengandung unsur hara yang dapat mendukung kelangsungan hidup tanaman selama kira-kira 3-4 minggu sebelum tanaman siap dipindahkan pada media yang baru. Selama waktu tersebut, pemberian air harus tetap dilakukan.
- Jiffy perlu diletakkan di tempat yang cukup mendapat udara dan cahaya. Karena bentuknya yang kecil, jiffy dapat diletakkan di rak sehingga memudahkan penyiramanya.
-Setelah akar bibit tanaman tumbuh lebat pada media jiffy, maka bibit tersebut siap dipindahkan ke media lain. Kegagalan pesemaian benih pada media tanam jiffy sangat kecil karena jiffy bebas dari hama dan penyakit.

Baca Juga :

Bahan media tanam kaktus terdiri dari pasir, kompos, batu kapur, batu bata, dan arang kayu

Bahan media tanam kaktus terdiri dari pasir, kompos, batu kapur, batu bata, dan arang kayu


- Cara pembuatan
  • Pasir kasar yang digunakan dibersihkan dari bahan - bahan lain. Kompos yang digunakan adalah yang sudah mengalami pelapukan sempurna. Batu kapur diberikan agar media tanam tidak bereaksi asm. Untuk mendapatkan porositas, media tanam perlu ditambahkan batu bata dan arang kayu. Batu kapur dihancurkan sampai halus menjadi bubuk, sedangkan batu bata dan arang kayu dipecah - pecah sebesar kerikil.
  • Perbandingan bahan media tanam yang digunakan tergantung dari jenis kaktusnya. Jenis kaktus Heliocereus, dan leocereus dari subfamili Cereeae, membutuhkan media tanam yang subur sehingga kandungan kompos harus diperbanyak. Adapun komposisi bahan media tanam yang terdiri dari pasir kasar, kompos, batu kapur, batu bata, dan arang kayu adalah 2:2:1:1:1. Bila jenis kaktus kurang mengiginkan media tanam yang terlalu subur seperti jenis Austo - cactus, Rebutia, dan Lobivia dari subfamili Echinocereanae Membutuhkan pasir dan arang kayu yang lebih banyak. Bahan - bahan tersebut dicampur sampai merata kemudian dikukus agar steril.
- Penggunaan
  • Pot disiapkan dengan ukuran disesuaikan dengan ukuran dan umur tanaman. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kelebihan atau kekurangan air dan unsur hara. Selain itu, pertumbuhan akar pun tidak terhambat. Pot ini pun harus disterilisasi dengan dicuci dan disemprot dengan desinfektan. Pot yang digunakan baik dari tanah atau plastik harus mempunyai lubang pembuangan air agar drainase berlangsung lancar.
  • Bibit kaktus dicabut secara perlahan - lahan dari media pembibitan. Akar bibit kaktus dibersihkan dahulu dari tanh - tanah yang masih melekat dengan air bersih.
  • Sebelum media campuran dimasukkan ke dalam po, sebaiknya pot diisi dengan pecahan genting kasar sampai 1/3 bagian dari tinggi pot. Di atasnya lalu dimasukkan media campuran sampai batas 2 cm dari bibir pot.
  • Media tanam dalam pot disiram dengan air agar dapat dibuat lubang tanam. Tanaman ditanam dengan posisi di tengah - tengah pot dan diusahan agar tanaman berdiri tegak. Kemudian pot yang berisi tanaman diletakkan di tempat yang teduh. Penyiraman air dilakukan dengan frekuensi 1 - 2 kali sehari. Setelah kurang lebih 1 minggu di tempat teduh, Akan tetapi, diusahakan agar tanaman tetap mendapat sinar matahari yang cukup dan tidak terkena air hujan secara langsung.
  • Setelah itu, penyiraman air cukup pada media tanam saja dan dilakukan setiap 5 hari sekali pada pagi hari. Pergantian media tanam pun perlu dilakukan setiap 6 bulan sekali agar pertumbuhan tanaman kaktus tetap terjaga.
TERIMAKSIH SUDAH MEMBACA SEMOGA BERMANFAAT
Bahan media tanam anggrek epifit terdiri dari pakis dan batu bata

Bahan media tanam anggrek epifit terdiri dari pakis dan batu bata


- Cara pembuatan
  • Bahan media yang berupa pakis dan batu bata di bersihkan dengan cara di rendam dengan air bersih untuk menghilangkan semua kotoran yang menempel. Pakis yang berbentuk lempengan di potong - potong kecil - kecil kira - kira 2 cm. Pakis jangan di potong terlalu halus karena akan mengendap di pot bagian bawah sehingga dapat menghalangi pembuangan air. Batu bata pun di pecah - pecah di sesuaikan dengan ukuran pot.
  • Kedua bahan tersebut disterilisasi dengan perebusan sampai air medidih selama kira - kira 30 menit. Kemudian bahan media tersebut direndam dalam larutan fungisida seperti Antracol dengan kepekatan 1 sendok makan/1 l air selama 0,5 - 1 jam untuk mecegah tumbuhnya jamur. Selain itu, dilakukan perendaman dalam larutan pupuk majemuk seperti Rustica yellow sebagai zat makanan tanaman dengan konsentrasi 1 g/10 l air.
- Penggunaan 

  • Wadah untuk media tanam anggrek epifit dapat terbuat dari plastik atau tanah liat yang di lengkapi dengan lubang pembuangan air. Jenis pot yang di sukai yaitu pot tanah yang dangkal. Sebelum digunakn pot harus dicuci bersih dan setelah kering disemprot dengan desinfektan agar lebih steril.
  • Pot bagian bawah ditutup dengan pecahan batu bata sampai 1/3 bagian dari tinggi pot. Lalu di atasnya dimasukkan potongan pakis sampai 1/2 tinggi pot. Anggrek epifit ditanam dengan letak di tengah pot. Akar anggrek di atur sebaik - baiknya Lalu potongan pakis ditambahkan lagi sampai 2/3 tinggi pot.
  • Tanaman diletakkan di tempat terbuka, tetapi teduh sehingga tidak mendapat sengatan sinar matahari langsung. Agar mendapat sirkulasi udara yang baik, tanaman anggrek epifit ini sebaiknya digantung atau diletakkan di tempat yang agak tinggi. Kemudian tanaman di semprot dengan air untuk menjaga kelembapan dengan frekuensi 2 kali setiap hari. Pupuk daun disemprotkan setiap minggu sekali.

TRIMAKASIH SUDAH BERKUNJUNG KE WEBSITE KAMI SEMOGA BERMAFAT
Bahan media tanam anggrek tanah terdiri dari serbuk gergaji, tanah gambut, pasir, dan pupuk kandang

Bahan media tanam anggrek tanah terdiri dari serbuk gergaji, tanah gambut, pasir, dan pupuk kandang


= > Cara pembuatan 
  • Media tanam yang baik untuk jenis anggrek tanah seperti Arachnis, Vanda teres, atau aranda adalah media yang dapat menjamin sirkulasi udara sehingga akar tanaman leluasa bernapas dan terhindar dari penyakit busuk akar. Anggrek jenis ini termasuk tipe yang tidak mempunyai bonggol atau umbi, tetapi berbatang dan memiliki akar - akar udara yang tumbuh melata di atas media tanam.
  • Media tanam yang meliputi serbuk gergaji, tanah gambut, pasir halus, dan pupuk kandang di campur sampai rata dengan perbandingan 1:1:1:1.
  • Media yang telah di campur rata disterilkan terlebih dahulu dengan di kukus selama kira - kira 1 jam lalu di biarkan kering dan dingin.
= > Penggunaan
  • Media yang siap di gunakan di letakkan di wadah berupa bak - bak kayu atau pot yang mempunyai dinding bercelah atau berlubang. Lebar bak kayu atau pot kira - kira 30 cm. wadah tersebut harus di cuci dengan air bersih kemudian di keringkan.
  • Di dasar wadah di letakkan batu bata atau pecahan genting setinggi 5 - 6 cm atau tergantung dari tinggi wadah. Pemberian batu bata atau pecahan genting tersebut berguna untuk menjaga drainase dan aerasi di dalam media.
  • Bibit anggrek yang telah siap di pindahkan, di masukkan ke dalam wadah dan di tutup dengan media tanam sampai 3/4 tinggi wadah.
  • Tanaman anggrek yang baru di tanam belum dapat berdiri dengan sempurnas sehingga perlu di beri penopang. Penopang tanaman biasanya terbuat dari kawat besar yang dikaitkan pada pinggir pot atau bambu kecil. Lalu anggrek di ikat dengan tali rafia pada penopang.
  • Pemupukan dapat di lakukan dengan pupuk daun seperti Hyponex dengan kepekatan 1 sendok teh/4 l air sekali seminggu. Penyiraman di lakukan kira - kira 3 kali dalam sehari dan sebatas sampai semua daun menjadi basah.
  • Anggrek tanah ini dapat diletakkan di tempat terbuka. Tanaman ini dapat menerima sinar matahari secara langsung.

SEKIAN TERMAKASIH SUDAH MEMBACA SEMOGA BERMANFAAT

Cara menanam jamur kayu


= > Cara pembuatan :
  • kayu yang digunakan berasal dari jenis kayu yang keras dan tidak bergetah. Sebagai contoh adalah pohon rambutan, duku, mahoni, dan rasa mala. Kayu yang bergetah sulit di tumbuhi jamur kayu. Panjang potongan kayu harus disesuaikan dengan deameternya. Misalnya kayu yang berdeameter 20 - 40 cm di potong dengan panjang 40 - 50 cm, sedangkan kayu yang berdiameter 40 - 50 cm di potong sepanjang 20 - 30 cm. Kayu yang berdiameter lebih kecil, dipotong dengan ukurang lebih panjang yaiutu antara 50 - 100 cm.
  • Potongan kayu tersebut di keringkan selama kira - kira 2 bulan atau disterilisasi sampai suhu 90 - 95 derajat cecius.  Hal ini di maksudkan untuk mencegah tumbuhnya jamur yang tidak di hendaki. Setelah itu, potonngan kayu kering tersebut di rendam dalam air selama 2 - 3 hari dengan tujuan agar air terserap kedalam kayu.
  • Kemudian kayu hasil rendaman dilubangi dengan menggunakan bor. Lubang kayu dibuat dengan diameter 1 cm dan sedalam 2 - 3 cm serta jarak antar lubang antara 10 - 15 cm.

= > Penggunaan 
  • Bibit jamur yang sudah disterilisasi diinokulasikan pada lubang kayu dengan menggunakan pinset atau tusuk satai. Setelah inokulasi, lubang di tutup dengan parafin atau lilin cair.
  • Potongan kayu di letakkan di tempat yang teduh atau ruangan dengan kelembapan 80 - 28 derajat celcius. Potongan kayu di atur dan di kerudungi plastik. Setelah 2 bulan, miselium akan tumbuh dan merambat pada potongan kayu.
  • Bila mencapai tahap tersebut, potongan kayu di letakkan di tempat khusus yang dapat menjaga suhu dan kelebapan. Untuk itu, potongan kayu dapat di tanam di dalam tanah. lapisan tanah bagian bawah sebaiknya disemprot dengan formalin atau di semen untuk menghindari serangan rayap. Potongan kayu di masukkan dan di atur dengan posisi berdiri lalu di tutup dengan tana. Setiap 2 minggu sekali, jamur kayu dapat dipanen sampai selama kira - kira 16 - 20 bulan.